Film Para Perasuk Menampilkan Emosi dengan Berbeda!Mencerminkan Apa yang Dialami Manusia: di Antara Ambisidan Berdamai dengan Diri, Mencari Bahagia dari KerasukanPara Perasuk tayang mulai 23 April 2026 di bioskop Indonesia.


Jakarta, 14 April 2026
Salah satu film yang Paling dinantikan tahun ini dari
Wregas Bhanuteja, Para Perasuk, akan tayang mulai 23 April 2026. Menampilkan
sebuah bentuk penyaluran emosi yang tak biasa, Mencerminkan apa yang dialami
manusia, mulai dari mengejar ambisi, bayangan masa lalu, hingga berdamai dengan
emosi itu disalurkan dalam sebuah pesta kerasukan, yang
diri sendiri. Semua
menjadi cara para karakter di filmnya
dalam menemukan kebahagiaan-sekaligus
pelarian

Para Perasuk juga akan mengajak penonton untuk melihat kerasukan dengan cara
yang berbeda. Selama ini banyak yang menganggap kerasukan sebagai sebuah
proses yang menyeramkan karena melibatkan roh gaib, namun di film ini, kerasukan
yang ada di Pesta Sambetan menjadi ritual yang menyenangkan. erasukan menjadi
metafora untuk melepaskan beban yang terlalu lama dipendam, dan menjadi bentuk
eskapisme.

Para Perasuk sebelumnya tayang perdana (world premiere) di Sundance Film
Film ini juga telah dan berkeliling ke berbagai festival film
Festival 2026.
internasional, termasuk berkompetisi di Miami Film Festival 43 pada program
Marimbas Award, berkompetisi di Fantaspoa Brasil, menjadi official selection di
program Artful Visions & Asian Frontier di MSPIFF Amerika Serikat, dan terpilih
untuk berkompetisi di MOOOV Belgia

Di Indonesia, penerimaan film ini juga sangat tinggi. Terbukti dari early screening
di 14 kota di Indonesia, semua tiketnya sold out! Dan masih ada beberapa kota lagi
akhir pekan ini yang pembelian tiketnya baru dibuka kemarin. Di early screening,
banyak yang memuji penampilan dari jajaran para ansambel, yang membawa energi
yang saling menguatkan, dan membuat ceritanya hidup

"Film ini berbicara tentang obsesi seseorang Tokoh utamanya, Bayu (Angga
Yunanda), ingin
menjadi perasuk terbaik. Tapi masalahnya desanya terancam
digusur. Bayu dan warga berusaha mempertahankan desa agar tak teriadi
penggusuran. Ini menceritakan Bayu yang sangat terobsesi sekali terhadap sesuatu,
sehingga lupa dengan orang-orang di sekitarnya termasuk bapaknya. Ambisi dan
mengejar juga sangat relate dengan banyak yang dialami oleh kita, yang terkadang
obsesi itu ambisi sehingga bisa saja melupakan kelnarga atau orang terdekat kita, ini
yang akan membuat relate dengan banyak penonton, ujar penulis dan
sutradara Wregas Bhanuteja.


piproduksi oleh Rekata Studio. Para Perasuk diproduseri oleh Iman Usman. Amalia
Rusdi, dan Siera Tamihardja. Film ini dibintang oleh Angga Yunanda, Anggun,
Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Bryan Domani Indra Birowo, dan Ganindra
Bimo.

Bagi Angga Yunanda; yang memerankan Bayu seseorang yang sangat berambisi
untuk menjadi yang terbaik di film ini, menuturkan ceritanya sangat dekat dengan
dirinya. Dengan kemasan drama-fantasy, membuat artistik dan keseluruhan film ini
juga terasa sangat fresh.

"Para Perasuk adalah film yang menurut saya sangat manusiawi. Saat syuting di
hari pertama, saya merasa filmnya sangat menusuk hati saya. Karena sangat dekat
sekali dengan saya, bercerita tentang Bayu, anak muda yang mencari jati diri dan
berambisi mengejar cita-citanya, ingin jadi yang terbaik. Menurut saya sangat seru
ada cerita coming of age yang berbeda dari biasanya, ditambah di film ini juga
membahas tentang hubungannya dengan luka masa lalu. Ini adalah film yang sangat
dekat dan menyentuh hati terdalam saya, ujar Angga Yunanda.

Di film ini, penonton juga akan menyaksikan banyak hal tak terduga yang belum
pernah dilihat sebelumnya. Seperti Angga Yunanda yang harus melata seperti líntah,
bergelantung dengan kepala terbaik, Maudy Ayunda yang nyeker dan harus menari
bak perasuk, Anggun yang merapal mantra, hingga Chicco Kurniawan dan Bryan
Domani yang bermain instrumen musik.

Untuk penciptaan koreografi, Wregas menggandeng koreografer Siko Setyanto
Seluruh koreografi yang diciptakan Siko merupakan orisinal dan tak meniru dari
tradisi yang sudah ada. Tari-tari dan koreografi gerak tubuh inilah yang kemudian
diterjemahkan sebagai berbagai lapisan emosi rasa takut, cinta, dan keinginan
menjadi energi kolektif

"Wregas punya pandangan yang sangat unik. Setiap filmnya selalu memiliki isu
sosial, caranya bercerita membuat kita tergugah dan membuat kita mempertanyakan
banyak hal ke diri sendiri. Dan harapannya Para Perasuk juga bisa meninggalkan
kesan ke semua orang," ujar Anggun yang memerankan Guru Asri

Bagi Maudy Ayunda sendiri, Para Perasuk juga menandai langkah barunya dalam
berkarya. Telah berkarier selama dua dekade, Para Perasuk memberi Maudy
pelajaran tentang proses melepas diri dari kontrol dan berada di luar zona nyaman.

"Laksmi yang aku perankan adalah karakter yang penting karena dia satu-satunya
dari ansambel yang memanifestasikan proses kerasukan. Sebagai pelamun, Laksmi
kerasukan oleh roh hewan, dan bagaimana aku menerjemahkannya dalam bentuk
mengunakan intuisi dan rasa," ujar Maudy Ayunda
tarian menjadi proses aku untuk berserah dari upaya in tuk mengontrol diri. Aku pilm ini terasa Sangat
magical
namun di saat bersamaan juga terasa sangat
personal, karena membicarakan tentang ambist dan upaya untuk sembuh dari luka
masa lalu," tambah Maudy.

Tonton
film Para Perasuk mulai
23
April 2026
di
perkembangan terbaru melalui media sosial resmi Rekata Studio dan film Para
bioskop Indonesia. Ikuti
Perasuk.

关关*
Sinopsis

Desa Latas. sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan,
sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama iadi bagian dari kehidupan dan
hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai
terancam digusur, Bayu (20) bertekad buat jadi Perasuk utama yang akan
memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali
mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya,
Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak
cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia
cintai.

[CATATAN PRODUKSI]
Sutradara: Wregas Bhanuteja
Produser: Iman Usman, Amalia Rusdi, Siera Tamihardja
Produser Pelaksana: Anandita Devitarianti
Production Coordinator: Ummu Hany
Unit Production Manager: Abby Fatahilah
Tim Produksi: Novryan Susanto, Defi Mahendra, Gregorius Nayaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Na Willa, Satu-Satunya Film Lebaran yang Bahagia Mengingatkan Kembali Orang Dewasa Rasanya Jadi Anak-Anak yang Hidup Bebas Riang Gembira Film Na Willa tayang 18 Maret 2026 di bioskop Indonesia.

Film "Titip Bunda di Surga-Mu" Rilis Official Trailer & Poster, Siap Hadirkan Kisah Hangat Penyejuk Hati Jelang Hari Raya Lebaran!

Pertama Kali Dipasangkan, Rizky Nazar dan Laura Moane Bangun Chemistry Manis di Vidio Original Series 'A dan Z: InsyaAllah Cinta'Siap Temani Ramadan Kamu, Tayang Mulai 19 Februari 2026!